archive-com.com » COM » G » GARUDAMAGAZINE.COM

Total: 55

Choose link from "Titles, links and description words view":

Or switch to "Titles and links view".

  • Stack trace 0 home garuda garuda libs sysplugins smarty internal templatebase php 374 Smarty Internal TemplateBase fetch html NULL NULL NULL true 1 home garuda garuda include bot inc php 9 Smarty Internal TemplateBase display html 2 home garuda garuda

    Original URL path: http://garudamagazine.com/search.php (2016-04-27)
    Open archived version from archive


  • Email article - Garuda Magazine - The Magazine of Garuda Indonesia
    On Insight Travel City Guide Exposure Archives E Mag Articles By Wicked Wild Required Field Your Name Your Email Your Remarks Friend s Name Use comma for multipe entries Max 3 entries Friend s Email Use comma for multipe entries

    Original URL path: http://garudamagazine.com/emailthis.php?mode=cover&id=79 (2016-04-27)
    Open archived version from archive


  • Warning Cannot modify header information headers already sent by output started at home garuda garuda travelnotes php 76 in home garuda garuda travelnotes php on line 96

    Original URL path: http://garudamagazine.com/travelnotes.php?id=287 (2016-04-27)
    Open archived version from archive

  • Email article - Garuda Magazine - The Magazine of Garuda Indonesia
    On Insight Travel City Guide Exposure Archives E Mag Articles By Lightbox News Required Field Your Name Your Email Your Remarks Friend s Name Use comma for multipe entries Max 3 entries Friend s Email Use comma for multipe entries

    Original URL path: http://garudamagazine.com/emailthis.php?mode=travelnotes&id=330 (2016-04-27)
    Open archived version from archive

  • Light Box - Hanung Bramantyo Fave 5 - Garuda Magazine - The Magazine of Garuda Indonesia
    Natasha Dragun Nick Walton Putu Sayoga Rahadiansyah Raiyani Muharramah Reza Idris Rizal Bustami Robert Michael Poole Samantha Coomber Simon Pitchforth Tim Hannigan Trish Ainslie Wawan Kurniawan Yoppy Pieter Yudasmoro Lima destinasi favorit sutradara film Hanung Bramantyo 1 Aachen Germany Di sini kita bisa melihat arsitektur abad pertengahanan secara langsung Saya menyutradarai Habibie Ainun di kota yang indah ini dan langsung jatuh cinta dengan lingkungan sekitarnya 2 Bangkok Thailand Kebudayaan makanan

    Original URL path: http://garudamagazine.com/travelnotes.php?id=328 (2016-04-27)
    Open archived version from archive

  • Lightbox Bali - Garuda Magazine - The Magazine of Garuda Indonesia
    kilometer dari Denpasar desa ini bukanlah tujuan wisata utama di Bali seperti Kuta dan Nusa Dua Tak banyak fasilitas pariwisata seperti hotel dan restoran Rumah rumah warga pun berjarak satu sama lain tidak berkumpul seperti pemukiman pada umumnya Perkebunan asri merekah di sini dan kehijauan ini menjadi daya tarik tersendiri di Munduk Seperti umumnya perkebunan di Indonesia daerah perkebunan di Munduk adalah warisan Belanda Sejak tahun 1900 an Belanda sudah menjadikan Munduk sebagai tempat peristirahatan Belanda membangun guest house pertama tahun 1908 Ketika pariwisata Bali mulai menggeliat sekitar tahun 1970 an warga lokal mulai membangun fasilitas fasilitas pariwisata Adalah Puri Lumbung Cottages penginapan pertama yang masih terkenal di Desa Munduk dengan tarif berkisar USD 69 hingga USD 160 Namun masih banyak penginapan lain dengan tarif lebih murah Misalnya Meme Surung Homestay dengan tarif USD 37 hingga USD 42 atau Melanting Cottages dengan tarif USD 65 hingga USD 110 per malam Untuk turis lokal harga bisa turun hingga 50 persen dari harga resmi Di Melanting misalnya bisa dapat hingga harga Rp 300 000 per malam per cottage Nyaris semua penginapan tersebut menyediakan fasilitas yang sama Namun fasilitas paling menyenangkan adalah balkon dengan pemandangan alam di depannya Dari beranda pondok terlihat bukit dan lembah dipenuhi rimbun aneka pohon seperti cengkeh kopi dan kakao Di ujung sana pada saat cuaca cerah akan terlihat pantai utara Bali Trekking merupakan salah satu kegiatan paling banyak dipilih turis di Desa Munduk Ada beberapa titik menarik untuk dikunjungi salah satunya adalah air terjun Melanting Kita bisa menyusuri jalan raya kemudian mengikuti beberapa papan penunjuk ke arah mana kita harus berjalan Setelah melewati jalan raya kita harus melewati jalan setapak Dari Melanting Cottage tempat kami menginap perjalanan menyusuri jalan setapak ini menghabiskan waktu sekitar 20 30 menit Kami menyusuri sungai kecil dengan air jernih mengalir di dalamnya Perjalanan

    Original URL path: http://garudamagazine.com/travelnotes.php?id=327 (2016-04-27)
    Open archived version from archive

  • Lightbox Art - Garuda Magazine - The Magazine of Garuda Indonesia
    Dragun Nick Walton Putu Sayoga Rahadiansyah Raiyani Muharramah Reza Idris Rizal Bustami Robert Michael Poole Samantha Coomber Simon Pitchforth Tim Hannigan Trish Ainslie Wawan Kurniawan Yoppy Pieter Yudasmoro Timber Time Dalam seni patung bahan yang digunakan juga membawa pesan tersendiri Bagi seniman kelahiran Solo Anusapati kayu berteriak paling kencang Perupa Anusapati mengadakan pameran berjudul MateReality di Sangkring Art Space Yogyakarta 13 November 8 Desember 2012 Perupa yang kerap menjadikan kayu

    Original URL path: http://garudamagazine.com/travelnotes.php?id=329 (2016-04-27)
    Open archived version from archive

  • Lightbox Inspire - Garuda Magazine - The Magazine of Garuda Indonesia
    sendiri terbilang kecil namun bersih sekali lantai marmer putih dan di mana mana terlihat tong sampah berwarna merah Pintu Stasiun dibuka tepat pukul 06 00 pagi bersamaan dengan dibukanya loket penjualan tiket Pagi itu ada beberapa penumpang yang juga menunggu pak Imron petugas KAI yang akan menjadi pemandu perjalanan kami dengan Kereta Wisata Kalibaru Jam 08 30 kami memulai perjalanan ini kereta melaju perlahan melewati perkampungan penduduk Rumah rumah di pinggir rel kereta api anak sekolah yang menyeberangi rel nenek nenek tua yang berdiri di pinggir rel hanya memakai handuk dan tertawa lebar sambil melambaikan tangannya ketika kereta lewat adalah pemandangan jamak di sini Perlahan pemandangan berubah dan memasuki perkebunan kopi di kiri kanan hanya ada perkebunan kopi dengan beberapa pekerja Udara semakin dingin dan rumah rumah penduduk hanya terlihat sesekali Beberapa kali kami melewati jembatan kecil dengan jurang menganga di bawahnya Pak Imron memberi aba aba sekitar lima menit lagi kereta akan memasuki terowongan terpanjang hingga 790 meter yang dibangun tahun 1910 Kami bisa melihat mulut terowongan berwarna merah bata sebelum memasuki terowongan Tidak ada cahaya di dalam terowongan satu satunya cahaya hanya berasal dari lori kecil ini Selesai dengan terowongan Pak Imron memberitahu kalau sebentar lagi kami akan melewati jembatan kayu panjang dengan jurang setinggi hampir 43 meter dan panjang 178 meter Kereta berhenti tepat di mulut jembatan Angin bertiup lebih kencang di sini Rel panjang lurus dari kayu Pak Imron dan masinis memberi kesempatan untuk berfoto dan menikmati suasana di sekitar jembatan Pemandangan atap rumah perkebunan kopi dan pegunungan Gumitri yang sedikit berkabut di kejauhan Kereta kembali melaju pelan di atas jembatan di bawah kaki terlihat jurang dengan pepohonan rimbun menyelimuti Tiba tiba kereta berhenti tepat di tengah tengah jembatan pak Imron meminta kami berdiri di atas rel untuk berfoto Kereta bergerak maju mundur membuat bulu kuduk

    Original URL path: http://garudamagazine.com/travelnotes.php?id=325 (2016-04-27)
    Open archived version from archive



  •